0

NANGIS PERTAMA KALINYA DI BIOSKOP SAAT NONTON FILM COCO

Screen-Shot-2017-08-07-at-9.29.17-AM-e1502124096539

Pas pertama kali melihat trailernya, Ibuku bertanya apakah aku mau nonton atau tidak? Lalu aku menjawab tidak karena kayaknya seram ada gambar tengkoraknya. Tapi waktu hari Minggu lalu, Kaila yang sedang berulangtahun, mau nonton film ini sama Ibunya. Akhirnya aku ikut nonton deh. Berempat sama Tante Fiba, Kaila, Arthya dan Ayahnya Kaila. Ibuku ada acara lagi, jadi tidak bisa menemani aku nonton.

Film Coco ini adalah film keluarga, bercerita tentang seorang anak bernama Miguel yang  tinggal di Mexico dan mempunyai cita-cita menjadi musisi terkenal seperti De La Cruz yang telah meninggal. Tapi di keluarganya MIguel, tak seorangpun boleh menjadi musisi, padahal kakeknya adalah musisi terkenal sebelum akhirnya diracun oleh De La Cruz karena De La Cruz ingin menjadi musisis terkenal saat itu. Dalam pencariannya, Miguel ingin sekali bertemu dengan De La Cruz karena dia berpikir dia adalah cicit De La Cruz. Pada suatu hari dia masuk ke sebuah ruangan dan mengambil gitar yang sering dipakai De La Cruz. Saat ia memainkan gitarnya, tiba-tiba kejadian aneh terjadi. Miguel bisa melihat orang mati dan akhirnya dia sampai di land of the death. Tempatnya bagus sih tapi banyak tengkorak yang berjalan dan menyeramkaaaaaan. Itu menandakan kalau mereka sebenarnya sudah meninggal.  Banyak kejadian seru disitu. Miguel meminta restu kepada keluarganya untuk menjadi musisi tapi mereka tetap tidak mau memberi restu. Setelah berkali-kai akhirnya keluarganya pun merestui Miguel kembali pulang ke dunia yang asli. Akhirnya dia diperbolehkan main musik lagi.

Bagian yang membuat aku menangis adalah karena gemas dan kesal sama keluarganya yang banyak omong sebelum akhirnya memberi restu pada Miguel. Sebelum nangis aku bertanya sama tante Fiba, apakah aku boleh nangis atau tidak. Tante Fiba menjawab boleh. Lalu kemudian akupun menangis cukup lama sampai Kaila dan Ayahnya ngeliatin aku. Aku lalu bilang ke tante Fiba kalo ini adalah pertama kalinya aku menangis saat mentonton film karena biasanya tidak pernah nangis walaupun filmnya sedih. Malah biasanya Ibuku yang selalu menangis kalo ada adegan sedih, aku sih tidak. Tapi untuk film Coco ini aku akhirnya nangis untuk pertama kalinya. Oya, tapi aku suka lagu Remember Me yang dinyanyikan oleh Ayah Coco waktu Ayah Coco liat foto Coco kecil.

Kalo ditanya Ibuku  apakah aku mau diajak nonton film Coco lagi atau tidak, aku akan langsung menjawab, ‘TIDAK’! Bukan apa-apa, aku takut sedih lagi hehehehehe…

Itu saja reviewnya. Apakah hari ini ada yang punya rencana nonton ke bioskop? Ajak aku ya!

Psssttt..Ibuku mau nonton film ‘Mau Jadi Apa’ tapi aku tidak boleh ikut karena filmnya untuk 13 tahun keatas. Zad banget.

Advertisements
0

BERKUNJUNG KE SAUNG ANGKLUNG UDJO

Pada hari Rabu tanggal 18 Oktober kemarin, sekolahku berkunjung ke saung angklung Udjo. Ini adalah ketiga kalinya aku datang kesini. Yang pertama waktu aku masih kecil (lupa waktu berapa tahun) bersama Ibu dan Bapak, yang kedua bersama TK, dan ini yang ketiga!. Di sekolah kami semua sudah dibagi mobil yaitu mobil Luna, Revan, Azka dan aku. Akhirnya kita berangkat bersama. Aku satu mobil dengan Raisya, Flora, Maqil dan Aisyah. @anggiabonyta alias Ibuku sempat salah belok, tapi akhirnya kita sampai di saung Udjo. Sesampainya disana kami langsung berbaris untuk masuk. Nah tiket masuknya adalah kalung angklung dan kami diberi welcome drink. Kami boleh memilih air mineral atau es lilin. Karena waktu itu aku baru sembuh dari batuk, Ibuku melarangku untuk mengambil es lilin. Teman-teman yang lain sih enak, mereka pada ambil es lilin dan memakannya. Kelihatannya enak sekali hehehehehhe..Tak lama acara dimulai. Oya yang datang kesana juga banyak dari rombongan sekolah lain.

Acara yang pertama adalah sambutan, lalu diperkenalkan dengan angklung buhun. Bentuknya besar sekali. Kayanya aku juga kalah besar dengan angklung buhun hehehehehhe..Lalu ada yang tari topeng , sisingaan, trus banyak anak kecil yang ikut menari. Kata temanku yang duduk di kursi sambil diangkat itu adalah raja hehehe…Tak lama dari itu, sampailah ke acara yang ditunggu-tunggu. Kami dibagikan angklung dan bermain bersama sesuai tandanya. Aku dapet angklung papua yang tandanya itu tangan dikepal.

 

Saung angklung Udjo bandung

Lalu Kang Hilmi memandu kami memainkan beberapa lagu. Walaupun sudah beberapa kali kesini, aku tetap semangat memainkan angklung karena angklung itu seruu.!!!!!!!! Aku dan teman-teman belajar fokus melihat Kang Hilmi karena kadang memberi tandanya cepat, sehingga jika tidak konsentrasi, kita akan kelewat. Sesudah itu, kemudian ada performance dari anak-anak yang memainkan angklung lagu daerah sambil mengajak penonton bernyanyi. Yang paling aku hafal adalah Yamko Rambe Yamko. Sesudah itu kami semua diajak menari bersama. Seru sekali dan seneng banget!

DSCF2936

Acara pun selesai, kami lalu pulang lagi ke sekolah.  Oya sebelum pulang kami berfoto bersama satu kelas.

Saung angklung Udjo Bandung

Sebelum pulang ke rumah, aku dan Kay makan siang bersama dulu dan foto-foto lagiii…hehehhe..

Boemi Mitoha bandung

Begitu deh ceritanya. Seru kaan? Kalo ada yang ngajak main angklung lagi, aku pasti mauuuuu..

 

 

1

Belajar Membatik di Rumah Batik Komar

Hari Sabtu kemarin aku senang sekali karena Ibuku mengajak aku ke Batik Komar untuk belajar membatik. Sebelumnya aku tidak tau batik itu apa.

Karena biasanya hari Sabtu itu macet, jadi kita memutuskan untuk naik gojek saja. Perjalanan agak lama karena kita sempet nyasar. Seharusnya kita belok ke Cigadung Selatan, tapi karena baru pertama kali jadi kita lurus ke arah Cikutra. Tapi akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Terima kasih bapak gojek. Pas nyampe sana, waktu menunjukkan jam 11.30. Kita disambut sama Mas yang mengantar kita ke Mbak Nandini yang ramah. Kata Ibuku, Mbak Nandini adalah PR di Batik Komar. Kami kemudian diantar  ke belakang, tempat workshop batik. Tempatnya luas dan nyaman. Lalu kami diberi sebuah kain yang  sudah ada hiasan di pinggirnya namun di tengahnya masih kosong, sehingga kita bisa menghiasi kain tersebut dengan lilin.

belajar membatik di batik komarBelajar membatik di Batik Komar, BandungBelajar membatik di Batik Komar, Bandung

Ada dua macam teknik membatik. Yang pertama adalah dengan cara cap, yang kedua adalah dengan cara tulis. Untuk cara pertama, aku disuruh memilih pola daun, rumput dan awan, tapi aku pake semuanya hehe.. Kita harus menunggu lilinnya panas terlebih dahulu. Disini ada Mas yang membantu memanaskan lilin. Kemudian aku tekan ke kain berwarna putih  tersebut, diangkat dan dicelup kembali ke dalam lilin panas. Lalu kata Mbak Nandini, baik cap dan tulis, harus agak ditekan agar lilin tersebut bisa menembus di kain tersebut. Setelah beres dengan cap, kami lalu menuju tempat untuk mencoba cara tulis.

Sebelumnya kami diberi pensil untuk menggambar pola, nantinya kita akan menebalkannya dengan lilin. Aku lalu duduk di dekat pembuat batiknya. Karena aku bukan pembuat batik jadi masih dibantu oleh Mbak pembuat batik yang ramah. Aku lalu diajarkan cara memegang canting dan mulai menebalkan gambar pola yang dibuat menggunakan pensil tadi. Kainnya ada di tangan kiri, dan canting di tangan kanan. Rasanya panas ke tangan saat kita menebalkan pola dengan lilin, karena kainnya memang tipis. Untuk menyelesaikan pola gambar tadi, aku menghabiskan waktu kurang lebih 10 menit saja karena gambarnya memang sederhana sekali. Aku baru tau walaupun sederhana tapi ternyata membatik itu susah hehehe…berarti orang-orang yang bisa membuat batik itu hebat dan luar biasa ya.

Belajar membatik di Batik Komar, Bandung

Setelah selesai, kami dibawa ke tempat untuk mencelup kain agar jadi berwarna. Kami dibantu seorang Mas yang membantu proses pencelupan dan perebusan kain. Dalam sekejap, warna kainnya pun berubah menjadi warna merah marun!  Oya kata Mbak Nandini, semua pembatik disini didatangkan dari Cirebon loh!.

DSCF1630

Setelah dicelup, kain tadi tampak seperti batik betulan hehehe..lalu kainnya dijemur sebentar sekitar 5 menitan.

Belajar membatik di Batik Komar, BandungBelajar membatik di Batik Komar, BandungBelajar membatik di Batik Komar, Bandung

Belajar membatik di Batik Komar, Bandung

Belajar membatik di Batik Komar, Bandung

Belajar membatik di Batik Komar, Bandung

Sambil menunggu, aku dan Ibuku melihat baju dan kain batik yang indah-indah di showroom Batik Komar. Ibu membeli kain dengan motif mega mendung. Aku yang memilihkan buat Ibu karena menurut aku motifnya bagus sekali.

DSCF1764

Ini batik yang aku pilihkan buat Ibuku

Tak lama, Mbak Nandini membawa kain yang sudah selesai dijemur, dan bisa dibawa pulang langsung. Aku senang sekali! Kain batiknya akan aku pakai sebagai scarf! Kapan-kapan aku mau kesana lagi ah 🙂

Oya buat kamu yang mau belajar membatik, kamu bisa langsung datang ke Rumah Batik Komar yang beralamat di Cigadung Raya Timur I no 5 Bandung, teleponnya (022) 251 4788, kecuali hari libur ya. Biayanya 105 ribu/ orang sudah termasuk kainnya. Ok kalo gitu, selamat belajar membatik!

Belajar membatik di Batik Komar, Bandung

 

0

Pertama kali ompong

Sudah hampir 2 minggu gigi bawah depanku goyang dua-duanya. Kata Ibuku sebaiknya copotnya alami saja, tapi ternyata sudah ada gigi baru yang muncul di gusi aku. Lalu Ibuku mengajak ke dokter gigi. Ini adalah pertama kalinya aku kedokter gigi untuk mencabut gigiku. Rasanya agak deg-degan membayangkan seperti apa rasanya cabut gigi. Aku bertanya pada Ibuku seperti apa rasanya. Ibuku menjawab seperti dicubit.

Jadi hari Rabu kemarin sepulang sekolah, aku pergi ke dokter gigi namanya D’gigiku di jalan Tengku Angkasa. Begitu sampai di tempatnya, ada es krim di ruang tunggu dan ada playgroundnya juga. Tempatnya bagus. Aku menunggu sebentar kemudian dipanggil masuk ke ruangan dokter. Dokternya ramah sekali. Kata Ibu namanya dokter Anten. Dia menjelaskan apa peralatan yang ada di mejanya. Ada yang untuk ngecek giginya bolong atau ngga, ada alat yang bisa mengeluarkan air, dan lain-lain. Maaf aku tidak hafal semua karena banyak sekali peralatannya.

IMG_7956

Kemudian dokternya menyuruh aku membuka mulut kemudian dokter bilang gigiku bagus dan bersih. Aku memang rajin menyikat gigi. Lalu dokternya mengambil kapas yang memakai air yang dingin dan ditempelkan ke gusiku. Aku disuruh berhitung 1-5. Hitungan ketiga, gigiku sudah selesai dicabut. Rasanya lidahku seperti kesetrum dan gusiku sangat dingin. Kemudian dokter menyuruhku kumur-kumur. Setelah itu aku melihat darahku sangat banyak dari gusi. Aku lalu disuruh menggigit kapas.

IMG_7949

Part yang paling menyenangkan adalah aku diberi kalung yang berisi kedua gigi yang sudah copot. Aku pilih warna biru, warna kesukaanku. Setelah itu, aku diberi pensil dan bapak membelikan aku es krim rasa italian cheese. Aku habiskan setengahnya dan bapakku menghabiskan sisanya hehehe..

IMG_7944

Rasanya masih aneh kehilangan gigiku. Setiap melihat cermin, aku pasti melihat gigiku yang ompong.

IMG_7942

Kata Ibuku, karena gigiku sudah copot, itu tandanya aku sudah tambah besar, jadi harus tambah mandiri 🙂

 

 

0

Lomba balet solo pertamaku

IMG_4400

Beberapa minggu lalu aku dan teman-teman Arabesque ikut lomba di Paskal. Kalau biasanya lomba baletnya grup saja, tapi sekarang aku juga ikut kategori solo, artinya perform sendiri di panggung! Ini pengalaman pertama aku menari sendiri. Nama tarianku adalah Golden Bird with Apple. Aku berlatih baletnya sama Miss Fatma. Karena waktu lombanya sebentar lagi, kadang kalau latihan aku suka lupa gerakannya. Aku deg-degan sekali soal ini. Pada saat lomba, aku berbaris di dekat panggung bersama teman-teman, aku dapet giliran ke-9 kalo tidak salah. Aku deg-degan pas di bawah panggung. Aku bilang pada Ibuku kalo aku deg-degan. Kata Ibuku santai aja kaya lagi latihan, dan jangan lupa baca doa.

IMG_4406IMG_4393IMG_4391

Pas di panggung, aku menikmati sekali, deg-degannya hilang. Aku malah tidak ingin berhenti nari waktu di panggung hehehehe…Aku ingat semua gerakannya. Tapi sayang aku tidak memenangkan lomba, solo ataupun grup. Tapi ga apa-apa, kata temanku Billa, walaupun kita tidak menang, tapi percaya diri itu mendapatkan pahala. Aku akan berlatih lebih rajin lagi seperti kaka-kaka di Arabesque seperti Kaka Kimya, kaka Keira, kaka Jasmine, kaka Bene, kaka Josephine, dan lain-lain. Mereka hebat-hebat dan ballerina sungguhan. Kalau sudah besar, aku mau jadi ballerina, penyanyi dan dancer. Doakan aku ya teman-teman!

IMG_4432

 

 

 

 

0

Belajar Foto di Alun-Alun

Mengisi liburan sekolah ini, aku diajak Bapakku ke Alun-alun. Tempatnya tidak terlalu jauh sih dari rumah.  Aku kesana naik motor. Sebenarnya ini bukan pertama kali aku ke Alun-alun.  Aku pernah kesini sama Ibuku, Kakek, Nenek dan Tante Ocha. Aku disana melihat banyak sekali orang. Kemudian aku diajarkan cara memotret oleh bapak memakai kameranya. Aku diajarkan cara memegang kamera.  Tangan kiri memegang lensanya, tangan kanan memencet tombolnya. Kemudian diajarkan juga cara memotretnya, apakah portrait atau landscape. Juga cara membuat objek foto menjadi fokus. Aku dibebaskan memotret apapun oleh Bapak. Aku lalu memotret badut-badut di jalan Asia Afrika. Ternyata tidak seram kok, pocong pun tidak seram hehehe. Jadi tidak usah takut, karena itu adalah manusia biasa yang dimake up menjadi hantu.  Sesudah itu, aku ingin menyebrang. Kata Bapakku, lewat jembatan penyebrangan saja. Diatas aku memotret motor-motor yang sedang parkir, dan pemandangan dari atas. Seru sekali lho foto dari atas.  Di Alun-alun, aku mencoba memotret anak-anak yang sedang bermain, dan orang-orang yang sedang piknik, juga Hansip.  . Yang paling aku suka adalah foto yang ada tulisan Bandung yang ada dibawah ini.

 

IMG_4155

Mau lihat hasil lainnya?

 

IMG_4156IMG_4154IMG_4135IMG_4133

Oya, di perjalanan pulang, ternyata ban motornya bbbooocccooorrr aaaahhhh!!! Jadi sebelum pulang kita ke tempat tambal ban didekat rumah. Sesudah beres tambal bannya, ga lama sudah sampai rumah deh, Horeee!!!

IMG_4065

Oya, karena liburan ini banyak acara keluarga, aku jadi memotret lagi. Aku memotret kakek, dan saudara-saudara lain. Nanti kamu liat hasilnya ya.

 

Nah kalo kamu, liburannya ngapain aja?

 

 

 

 

0

Serunya Festival Hari Buku Anak Bandung 2017

Perayaan FHBA ini memang sudah lewat, tepatnya hari Minggu tanggal 23 April kemarin di ITB, tetapi aku masih ingat keseruan disana. Seruuu sekali. Disana aku juga membantu orangtuaku berjualan kopi dan milo. Di pintu masuk, aku bertemu Tante Chica yang punya Pustakalana. Anaknya juga satu kelas sama aku, namanya Azka. Aku lalu diberi buku passport untuk masuk. Tidak lupa diberi topeng. Aku memilih topeng kambing karena di warungku jualan tongseng kambing. Jadi sama deh…hehehe..Setelah itu aku memasuki tenda berwarna merah seperti gua yang didalamnya banyak bunga, seruuu sekali! Lalu aku bertemu Tante Gamma yang sedang menunggu Farzan dan Freya mengikuti yoga kids. Aku tidak ikut yoga kids, karena aku lebih suka ikut gymnatics.

IMG_2238

Di workshop, aku dan teman-teman yang lain mendengar dongeng sebelum melukis. Tapi sayang aku tidak mendengar semua cerita karena sedikit terlambat. Kemudian aku duduk di karpet berwarna biru karena biru adalah warna favoritku. Lalu, kami disuruh membuka box berisi boneka kayu, kemudian semua anak harus menghiasnya dengan cat dan kuasnya sudah disediakan di meja. Kita  bisa memilih warna apapun yang kita suka. Pertama aku memilih warna biru, kemudian warna kuning, merah dan hitam.  Oya, Biru, Freya dan Canda juga ikut workshop ini. Sesudah melukis, tanganku penuh dengan cat. Lalu aku cuci tangan deh. Sesudah workshop, kami semua diberi pudding. Enak sekali. Mantap. Kata Ibuku namanya Puddingku Rempong.

IMG_2319

Sambil menunggu catnya kering, aku, Ibuku, Tante Olva, Biru dan Nyala pergi ke panggung utama untuk mendengar story telling. Ceritanya tentang semut dan belalang. Lalu aku melihat tarian Semut dan Kancil. Lucu sekaliiiiiii.

IMG_2233

IMG_2294IMG_2318

IMG_2293

Setelah itu aku mendengar cerita Red Riding Hood dalam bahasa Perancis yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Aku juga menjadi tahu bahasa Perancis dan jawabannya, seperti: Bonjour dijawabnya Bonjour, dan satu lagi, Merci Beacoup dijawabnya De rien (dibaca De riang). Aku juga mengikuti games tentang warna dalam bahasa Perancis. Ada yang sedikit lucu. Saat kakanya bilang Rose, ada satu anak kecil  yang mengambil semua kartu yang berwarna rose, jadi semua tidak kebagian hehehehe….

IMG_2322

Lalu aku ikut Biru membeli es krim wortel, karena aku suka wortel dan rasanya enak. Sesudah itu aku diajak Face Painting. Wajahku dicat seperti kupu-kupu berwarna biru. Keren sekali hasilnya! Kemudian aku melihat boneka hasil melukis tadi, yang sudah kering. Aku senang sekali melihatnya!

IMG_2265

IMG_2327

Tapi tidak lama, Ibuku mencariku, dan mengingatkan kalau aku ada workshop balet, jadi aku harus pulang dengan Tante Ocha. Sebenarnya aku masih ingin bermain disana, tapi aku ada kegiatan lain, jadi aku pulang deh memakai angkot, tapi untung tidak kehujanan, padahal langit sudah mulai gelap. Ya begitu ceritaku tentang Festival Hari Buku Anak. Oh iya, disana banyak mainan dan buku-buku bagus. Aku juga diberi paket dari Menthilis, nanti aku akan menceritakan Menthilisnya ya.

Sebelum aku menyudahi ceritanya, aku punya pantun yang sangat lucu dari Indra Jegel. Dia adalah komika. Dia suka menggunakan pantun dan aku rubah sedikit seperti ini:

Petir bukan sembarang petir, petir menyambar rumah si Lana. Makasih yang sudah baca, tepuk tangan untuk Pustakalana…